Bagi kita yang queer, “keluarga” sepertinya memiliki arti yang lain. Saya sengaja memberikan tanda kutipan pada kata tersebut untuk menegaskannya pada pemaknaan. Siapa itu keluarga? Apa makna keluarga? Bagaimana kita membangun keluarga?

Sumber ilustrasi: https://t3.ftcdn.net/jpg/02/75/01/60/360_F_275016066_eBWic8vNPbaAeHVRUbnbuq6Tuka8Gc6k.jpg.

Kekerasan yang Dilakukan Keluarga

Tentu saja, pertanyaan-pertanyaan itu seringkali tidak mudah kita jawab sebab kita tidak sedang merujuknya pada batasan keluarga yang biologis: kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, adik, anak, atau lainnya. Ya, saya mau membicarakan topik ini untuk kita kemudian tidak menyangkal pada pengalaman dan perasaan kita terhadap keluarga (yang biologis atau pernah serumah). Itu bisa saja tentang hal-hal menyakitkan yang datang dari keluarga sendiri, seperti perundungan…


Sesungguhnya, saya secara spontan tergelitik — tentu saja juga terganggu — ketika melihat postingan Instagram dari akun Radam Ridwan, seorang penulis, model, dan seniman queer (non-biner, they/them) pada Februari lalu. Pada unggahan yang menampilkan tubuh telanjangnya dalam pose yang unik, ia menorehkan kata-kata yang membuat saya merasa penting untuk merefleksikan seksualitas saya sendiri. Tertulis pada postingan tersebut sebaris kalimat dengan huruf kapital “MY SEXUALITY DOES NOT HAVE A LINEAR TRAJECTORY.”


Potret dan Pengalaman dari Indonesia

(Tulisan ini adalah versi bahasa Indonesia dari esai panjang berjudul “Considering ASEAN’s Future in the Current LGBT Situation: Portraits and Experiences from Indonesia” yang dibuat/ditulis untuk ASEAN SOGIE Caucus dan diterbitkan dalam buku ASEAN Queer Imaginings: Collections of Writings by LGBTIQ Thinkers. Buku tersebut dapat dibaca dan diunduh secara bebas di sini.)

Sumber foto: https://d346xxcyottdqx.cloudfront.net/wp-content/uploads/2020/08/asean-cooperation.jpg

Democracy in Indonesia is facing a crisis. This also has an impact on increasing stigma, discrimination, and acts of violence against LGBT people. As part of a political minority group, LGBT communities are targets for scapegoating of various problems. This essay invites us…


Sumber ilustrasi: https://hips.hearstapps.com/hmg-prod.s3.amazonaws.com/images/ally-lead-1561663686.png?crop=1.00xw:1.00xh;0,0&resize=1200:*

Ada proses panjang dan pergulatan yang tidak mudah bagi seorang queer untuk menulis. Itu baru sebatas aktivitas: menulis. Dan untuk membayangkannya sebagai profesi, yaitu penulis, kita harus mampu — jika pun tidak, memberikan simpati — untuk membayangkan rangkaian proses dan pergulatan yang bisa jadi bertubi-tubi. Di sini, saya bukan sekadar hendak berbagi (sebagai penulis queer, tentunya), tetapi menegaskan dua hal. Pertama, pesan bagi kawan-kawan queer untuk terus merawat semangat menulis dan bertahan menjadi penulis. Kedua, pesan bagi kawan-kawan yang queer maupun bukan queer untuk mau terus membaca karya penulis queer dan mendukung penulis queer.

Maka, judul pada esai ini bukan…


Sumber gambar: https://image.freepik.com/free-vector/stop-homophobia-illustration-concept_23-2148590514.jpg

Belakangan, kita banyak mendengar kabar tak mengenakkan. Ini bukan soal kabar burung atau gosip atau keluh-kesah semata, melainkan hal yang penting untuk menjadi perhatian kita bersama, baik kamu yang queer dan ally, maupun siapa saja yang punya cita-cita sama terhadap kesetaraan (dan keadilan) bagi semua.

Masalah yang mau saya angkat ini, adalah soal homofobia (homophobia) atau queerphobia yang di dalamnya menyangkut pula hal serupa yang lebih spesifik, yaitu transphobia yang menargetkan kelompok transgender, termasuk waria/transpuan dan transpria; lesbophobia yang menargetkan kelompok lesbian; dan biphobia yang menargetkan kelompok biseksual. Seorang kawan mengatakan kalau situasi ini telah kian mengerikan. Saya tak mungkin…


Buku Kearifan Lokal Indonesia untuk PRB (BNPB dan Perkumpulan SKALA, 2015), ini ditulis oleh Nurdiyansah Dalidjo bersama Trinirmalaningrum dan IGG Maha Adi. Merangkum perjalanan para penulis dan tim dalam menggali kearifan lokal terkait kebencanaan (pendekatan pengurangan risiko bencana) di empat komunitas adat Nusantara, yaitu Komunitas Ngata Toro, Sulawesi Tengah; Kasepuhan Ciptagelar di dataran tinggi Gunung Halimun, Jawa Barat; Komunitas Dayak di Sungai Barito, Kalimantan Tengah; dan Nias, Sumatera Utara.

Buku ini menjadi bukti terhadap tingginya nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat di dalam komunitas adat di Indonesia sekaligus pengembangannya untuk diaplikasikan dan diadaptasi pada konteks kekinian.

Buku ini tidak dijual dan silahkan menghubungi penerbit maupun penulis melalui surat elektronik untuk mendapatkannya.


Seperti apa potret perdagangan ilegal satwa liar di Indonesia?

Pada buku Potret Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Indonesia (Perkumpulan SKALA dan KLHK, 2016), tim yang terdiri dari Perkumpulan SKALA (Nurdiyansah Dalidjo, Trinirmalaningrum, dan Jojo Rahardjo) serta tim penulis dan kontributor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyajikan laporan investigasi sebuah masalah lingkungan yang tak banyak dibahas dan dikupas tuntas. Tidak hanya memaparkan gambaran umum tentang perdagangan ilegal satwa liar, tetapi juga mengulas dampak ekologi dan sosial, rente ekonomi, payung hukum, serta upaya bersama bagi kita melawan kejahatan yang telah merugikan negara hingga Rp9 triliun!

Buku tidak dijual dan untuk mendapatkannya, silahkan hubungi Perkumpulan SKALA atau KLHK atau menghubungi penulis secara langsung melalui surat elektronik.


Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang terjadi tahun 2015 lalu, menyisakan urusan yang belum tuntas. Ada banyak temuan sebagai catatan penting untuk pula diketahui sekaligus diperbincangkan oleh publik.

Selain memaparkan tentang kerugian yang dialami oleh negara dan masyarakat secara terperinci, buku Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015 (Perkumpulan SKALA dan The Asia Foundation, 2016) juga berupaya memotret dan mengurai kompleksitas dari masalah karhutla dan kabut asap di Indonesia serta mencatat pembelajaran dari partisipasi masyarakat sipil dalam terlibat di hampir seluruh proses penanganan peristiwa tersebut.

Buku ini ditulis oleh Nurdiyansah Dalidjo bersama Trinirmalaningrum…


Pariwisata mengupas suatu perjalanan sebagai fenomena yang terkait isu global saat ini. Bagaimana pariwisata kemudian berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan di sekitar kita? Melihat pariwisata sebagai tambang emas yang mensejahterakan atau justru mengeksploitasi? Bagaimana sustainable tourism development sepatutnya dipraktekkan?

Pada buku Peluang dan Tantangan Pariwisata Indonesia (Alfabeta, 2014), Nurdiyansah memaparkan variasi isu kontemporer yang merupakan peluang dan tantangan bagi keberlangsungan industri pariwisata di masa depan. Berbagai topik dipaparkan dengan contoh kasus dan perspektif yang pula beragam, mulai dari isu konservasi warisan budaya (cultural tourism), perubahan iklim (eco-tourism & greenwashing), tren wisatawan muda (backpacker tourism), ketidaksetaraan gender (women traveler)…


Pariwisata memiliki perkembangan yang dinamis sekaligus kompleks sebagai suatu keilmuan dan industri. Memperkaya referensi publikasi bertema kajian kepariwisataan (tourism studies), buku Pariwisata dan Isu Kontemporer (Jejakwisata.com dan nulisbuku.com, 2015) hadir dan mengupas berbagai persinggungan isu pariwisata dengan persoalan lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi di Indonesia. Beberapa topik yang dipaparkan mungkin bisa jadi sangat kontroversial, tetapi memiliki relevansi yang tidak dapat dihindarkan dengan pariwisata.

Pada buku ini, Nurdiyansah bersama empat penulis lain (Roni Khoiron, Ismayanti, dan R. Teguh Satriawan) banyak memaparkan perspektif yang menjangkau konteks kekinian dan beragam dimensi pariwisata secara berbeda, mulai dari topik perencanaan dan pembangunan pariwisata, lingkungan hidup, serta…

Nurdiyansah Dalidjo

Unapologetic queer writer who seeks to memorialize the role of spices as the ingredients that fueled the revolution in Indonesia. www.penjelajahrempah.com

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store